Selasa, 13 Agustus 2013

Cerita Shalawat dan Hati....

May It Be.....

Judulnya gak ada sambungannya sama tulisan ini sih, dikasih judul itu karena tulisan ini dibuat sehabis dengerin lagunya Enya – May It Be.
Tulisan ini juga cuma menulis ulang, tulisan yang pernah dibuat beberapa waktu lalu dan ilang dengan suksesnya setelah computer kantor dan MyTaptop diterjang virus. Dua tulisan ku coba meringkasnya jadi satu disini. Isinya sih kebanyakan keluh-kesah aja hehe, namanya juga manusia, bisanya cuma berkeluh kesah.

Tulisan pertama tentang kejadian waktu datang di acara shalawatan di kawasan cangkringan. Kejadiannya gini, aku sama temen ku dating ke acara shalawatan sore-sore, gak biasanya acara shalawatan diadain sore hari, karena kebetulan pas ada waktu kosong akhirnya aku memutuskan buat datang ke acara itu. Sampai disana ternyata acara inti shalawatannya belum dimulai, tapi udah masuk ke acara awal. Nunggu-nunggu, eh ternyata acaranya banyak sambutan-sambutannya. Di situ baru ngeh, ternyata acara intinya emang sambutan-sambutan, soalnya disitu acara penyerahan bantuan secara simbolis bagi korban erupsi merapi. Karena dari rumah berharapnya datang ke acara shalawatan dan ketemunya acara sambutan-sambutan, pastinya jadi ngerasa sebel, mangkel, tp untungnya nggak sampe marah-marah.

Aneh ya, maunya ‘ibadah kok sampe sana marah mau marah..

Akhirnya acara shalawatan pun dimulai, waktu udah sekitar jam 5 sore, berarti paling lama 45 menit aja shalawatannya. Ya udah terlanjur datang ya tetep diikutin aja shalawatnya. Nha disini ada kejadian yang serasa mengingatkan aku untuk selalu menjaga hati dari nafsu dan emosi..
(nb: sekarang diiringi lagu Caravansary-nya Kitaro,, berasa sendu gitu hahaha)
Yap, pada awal shalawat di mulai, tepat di depanku ada seseorang, laki-laki, masih usia muda, terlihat bershalawat sambil meneteskan air mata, bukan meneteskan tapi lebih tepatnya sudah berlinangan air mata. Subhanallah,, di antara ramai orang bershalawat dengan penuh semangat, ternyata ada yang bisa dengan khusyuk menikmati shalawatnya. Masya Allah, Astaghfirullah, saat itu aku jadi merasa sangat malu, selama ini ternyata dalam bershalawat aku masih hanya menikmatinya di otak dan mulutku, tapi belum merasakan shalawat itu di hatiku.

Aku nggak tau juga sih, apa orang itu bener2 bisa nangis waktu shalawat pertama dilantunkan, dan shalawat mahlul qiyam dilantunkan, karena bener2 menikmatinya dari hati, atau ada hal lain yang memicunya untuk menangis. bisa jadi orang itu bener2 sangat menikmatinya sehingga secara tidak sadar ia merasa dekat dengan Allah dan merindukan Rasulullah sehingga menangis. Atau juga bisa karena dia pernah mengalami kejadian traumatis dan emosional sebelumnya, dan ketika dilantunkan shawalat itu ia seperti mengadu kepada Allah, dia ingin menumpahkan semua hal yang dirasa kepada Allah dan Rasulnya.

Apapun itu, dari pandangan ku itu adalah bentuk menikmati shalawat dari hati, bukan menikmati shalawat dari otak. Terus terang aku lebih respect  dengan orang yang bisa bersholawat sambil diam dari pada orang yang bershalawat sampai menaik-naikkan tangnnya. Karena dalam (lagi-lagi) pandanganku itu malah terlihat berlebihan, menikmati tapi bukan dari hati. Apalagi bershalawat sambil menunjukkan gerakan-gerakan yang akhirnya malah mirip sebuah tarian. Malah terlihat aneh jadinya,,,

Jadi menurutku itulah shalawat yang sebenarnya, tanpa teriakan dan siulan, tanpa gerakkan yang berlebihan, tanpa teriakan yang tak karuan, shalawat adalah dari hati , sementara otak dan lisan hanya mengikuti apa yang hati ucapkan.

Well,,, akhirnya sekali lagi ini hanyalah pandanganku saja, penglihatanku saja, bahkan mungkin ini cuma sekedar opiniku saja, opini dari sebuah interpretasi subjektif sebuah fenomena..

-Pakualaman, Maret 2011-
@boed/tyo

Cerita Shalawat dan Hati....

May It Be.....

Judulnya gak ada sambungannya sama tulisan ini sih, dikasih judul itu karena tulisan ini dibuat sehabis dengerin lagunya Enya – May It Be.
Tulisan ini juga cuma menulis ulang, tulisan yang pernah dibuat beberapa waktu lalu dan ilang dengan suksesnya setelah computer kantor dan MyTaptop diterjang virus. Dua tulisan ku coba meringkasnya jadi satu disini. Isinya sih kebanyakan keluh-kesah aja hehe, namanya juga manusia, bisanya cuma berkeluh kesah.

Tulisan pertama tentang kejadian waktu datang di acara shalawatan di kawasan cangkringan. Kejadiannya gini, aku sama temen ku dating ke acara shalawatan sore-sore, gak biasanya acara shalawatan diadain sore hari, karena kebetulan pas ada waktu kosong akhirnya aku memutuskan buat datang ke acara itu. Sampai disana ternyata acara inti shalawatannya belum dimulai, tapi udah masuk ke acara awal. Nunggu-nunggu, eh ternyata acaranya banyak sambutan-sambutannya. Di situ baru ngeh, ternyata acara intinya emang sambutan-sambutan, soalnya disitu acara penyerahan bantuan secara simbolis bagi korban erupsi merapi. Karena dari rumah berharapnya datang ke acara shalawatan dan ketemunya acara sambutan-sambutan, pastinya jadi ngerasa sebel, mangkel, tp untungnya nggak sampe marah-marah.

Aneh ya, maunya ‘ibadah kok sampe sana marah mau marah..

Akhirnya acara shalawatan pun dimulai, waktu udah sekitar jam 5 sore, berarti paling lama 45 menit aja shalawatannya. Ya udah terlanjur datang ya tetep diikutin aja shalawatnya. Nha disini ada kejadian yang serasa mengingatkan aku untuk selalu menjaga hati dari nafsu dan emosi..
(nb: sekarang diiringi lagu Caravansary-nya Kitaro,, berasa sendu gitu hahaha)
Yap, pada awal shalawat di mulai, tepat di depanku ada seseorang, laki-laki, masih usia muda, terlihat bershalawat sambil meneteskan air mata, bukan meneteskan tapi lebih tepatnya sudah berlinangan air mata. Subhanallah,, di antara ramai orang bershalawat dengan penuh semangat, ternyata ada yang bisa dengan khusyuk menikmati shalawatnya. Masya Allah, Astaghfirullah, saat itu aku jadi merasa sangat malu, selama ini ternyata dalam bershalawat aku masih hanya menikmatinya di otak dan mulutku, tapi belum merasakan shalawat itu di hatiku.

Aku nggak tau juga sih, apa orang itu bener2 bisa nangis waktu shalawat pertama dilantunkan, dan shalawat mahlul qiyam dilantunkan, karena bener2 menikmatinya dari hati, atau ada hal lain yang memicunya untuk menangis. bisa jadi orang itu bener2 sangat menikmatinya sehingga secara tidak sadar ia merasa dekat dengan Allah dan merindukan Rasulullah sehingga menangis. Atau juga bisa karena dia pernah mengalami kejadian traumatis dan emosional sebelumnya, dan ketika dilantunkan shawalat itu ia seperti mengadu kepada Allah, dia ingin menumpahkan semua hal yang dirasa kepada Allah dan Rasulnya.

Apapun itu, dari pandangan ku itu adalah bentuk menikmati shalawat dari hati, bukan menikmati shalawat dari otak. Terus terang aku lebih respect  dengan orang yang bisa bersholawat sambil diam dari pada orang yang bershalawat sampai menaik-naikkan tangnnya. Karena dalam (lagi-lagi) pandanganku itu malah terlihat berlebihan, menikmati tapi bukan dari hati. Apalagi bershalawat sambil menunjukkan gerakan-gerakan yang akhirnya malah mirip sebuah tarian. Malah terlihat aneh jadinya,,,

Jadi menurutku itulah shalawat yang sebenarnya, tanpa teriakan dan siulan, tanpa gerakkan yang berlebihan, tanpa teriakan yang tak karuan, shalawat adalah dari hati , sementara otak dan lisan hanya mengikuti apa yang hati ucapkan.

Well,,, akhirnya sekali lagi ini hanyalah pandanganku saja, penglihatanku saja, bahkan mungkin ini cuma sekedar opiniku saja, opini dari sebuah interpretasi subjektif sebuah fenomena..

-Pakualaman, Maret 2011-
@boed/tyo

Ibu Kota

Ingin rasanya pergi ke sana lagi,,,, sekedar melepas beban yang menghimpit hati, bukan untuk tinggak selamanya di sana. Hanya untuk sekejap saja.

Menikmati gemebyar malam yang benderang dari salah satu sudut kota, di atas ketinggian gedung. Entah apa kah orang dapat beristirahat dengan tenang ketika suasana malam saja masih ramai.

Lalu jalan pagi-pagi juga cukup menyegarkan,,, udara yg belum begitu banyak polusi melewati jembatan-jembatan penghubung halte transjakarta.... menikmati riuh lalulintas dari atas jembatan.

Dan melintas di depan gedung wakil rakyat yang nampak sepi,, dingin,, dan seram,, karena disitulah pusat demonstrasi-demonstrasi besar di Jakarta.











Kapan ya aku bisa jalan-jalan lagi dengam mu?
ArtJog13 

Kediaman mBah Maridjan (alm) kinahreji

Museum Gunungapi Merapi

Senin, 12 Agustus 2013

Aku Mencintaimu Dengan Caraku.

Entah harus mulai darimana untuk bercerita tentang hal ini... terjerat dalam ikatan cinta yang tak berbalas. Menyakitkan hati sebenarnya, tapi diri juga tak kuasa untuk melepaskannya.

Kisah ini dimulai beberapa bulan yang lalu. Ketika perkenalan itu terjadi melalui sebuah jejaring sosial. Awalnya ini hanya sebuah perkenalan biasa, kebetulan saja aku dari dulu ingin membuat gambar sketsa wajahku. Dan takdir mempertemukanku dengan mu. Akhirnya aku memesan sebuah gambar sketsa, cara pesan yang aneh karena kita baru saja berkenalan. Pesan sketsa hanya melalui sms dan email. Belum tahu satu sama lain, tapi entah kenapa aku merasa percaya dan kamu juga percaya.
Beberapa hari kemudian gambar itu pun selesai, dan kita membuat janji untuk bertemu di suatu tempat. Kita pun bertemu, sejenak ngobrol kesana kemari, pertemuan pertama yang cukup manis. Aku melihat sesosok yang manis dan enak untuk diajak ngobrol, banyak hal yang bisa  dibicirakan saat itu. Setelah itu kita pun berpisah, ada rasa yang sangat tidak enak ketika tahu kamu harus kehujanan di jalan. Apalagi setelah tahu rumahmu sejauh itu. Aku sangat merasa tidak enak,, bahkan sampai sekarang.
Hari-hari selanjutnya adalah hari yang biasa, hanya komunikasi melalui sms saja. Tapi ternyata ada rasa ingin bertemu lagi denganmu. Meskipun aku berusaha untuk menyangkal rasa itu, karena aku berharap ini akan menjadi pertemanan biasa saja. 
Tapi tidak,, rasa suka sejak awal jumpa itu tak bisa dilenyapkan begitu saja. Baru kali ini aku mengalaminya. Bukan cinta pada pandangan pertama sih, tapi sejak awal aku sudah tertarik pada dirimu. Beberapa kali janjian untuk bertemu ternyata kita tidak bisa bertemu, pernah suatu kali kamu bilang sedang ada di kota untuk belanja. Aku sangat berharap kita bisa bertemu.
Janji di buat dan aku menunggumu di sebua cafe, menunggu dan menunggu ternyata kamu tidak bisa dan harus segera kembali ke rumah. Ada marah, ada sedih, dan ada kecewa saat itu. Tapi aku tak bisa mengungkapkannya padamu. Senang sekali ketika kamu menghubungiku sehingga aku melupakan marah dan kecewa itu. 
MUNGKIN AKU YANG TERLALU GE-ER, sehingga dapat sms darimu saja aku sangat senang.
Berikutnya aku juga berharap sangat bisa bertemu dengan mu sampai aku rela sendirian sampai ke pantai di gunungkidul karena katanya kamu dan teman-teman mu sedang di pantai juga. Tapi tetap saja tidak bisa ketemu, sepanjang perjalanan pulang aku terus berharap ada kabar darimu. Siapa tahu bisa ketemu di suatu tempat. berulang-kali aku mengecek ponselku siapa tau ada kabar darimu. Tapi nihil, sampai rumah baru kita berkabar lagi,, dan lagi-lagi kecewa itu terhapus oleh datangnya sms darimu.

Akhirnya pertemuan kembali terjadi, ajang FKY#25 menjadi tempat kita bertemu, dengan senang hati aku menjemputmu di rumah di atas gunung. Saat itu jarak menjadi sangat tidak berarti. Selama perjalanan dari atas ke bawah ingin rasanya memelukmu, tapi aku tidak berani karena pada saat itu aku masih ingin menjadikanmu teman, tidak lebih. 
Pada waktu itu aku belum menyadari sepenuhnya kenapa kamu melarang aku untuk nge-tweet bahwa kita sedang di FKY. Kukira nanti ketahuan teman-teman di rumah... tapi ternyata lain ceritanya,, cerita yang terlambat ku ketahui.

Aku tak berpikir apa-apa ketika itu,, bahkan ketika kita bertemu lagi di acara ARTJOG13... aku masih fine dan senang ketemu denganmu. Sampai-sampai terjadi miskomunikasi, karena senang nya aku menjemputmu ke atas, tapi ternyata kamu membawa motor sendiri ke bawah. Hahaha entah aku yg terlalu excited atau gimana,, walaupun sebenernya sedikit kecewa  karena gagal untuk bermotor berdua;  ketika kamu mengatakan sebenernya ingin nitip motor dirumahku dan berangkat ke artjog berboncengan.
Momen paling indah adalah ketika kamu bersedia untuk menginap di rumahku, dan kita jalan jalan ke kaliurang. Tapi, meskipun kita pergi bersama, aku tetap merasa kita pergi sebagai SAHABAT. aku nggak tahu seperti apa kamu tapi aku merasa KAMU adalah SAHABATku.

Dan berikutnya semua berubah.. perlahan-lahan terkuak cerita-cerita lain. Bahwa kamu sebenarnya sudah menjalani hubungan tanpa status dengan yang lain, bahwa kemudia kamu akhirnya jadian dengan orang lain. Ada cemburu, ada marah, ada sedih, ada kecewa.

Kemudian aku merasa aku telah kalah, kamu sudah memilihnya,,, dan meledaklah semua yang terpendam. Terjadi perang twitter, meskipun awal dari twitku itu tidak menyebut nama, tapi dia kemudian meng-copy paste twit ku itu, bukang me-retweet atau di RT komentar....
Lalu dia menyindir-nyindir atau lebih tepatnya mengata-ngataiku. Sempat terpancing emosi, tapi akhirnya aku lebih memilih me-RT komentar dengan nada becanda dan santai. Aku berusaha tidak terpancing, dan untungnya emosinya tidak terlalu lama.
Aku berusaha untuk menjaga perasaanmu,, walaupun mungkin telah gagal. Tapi setidaknya aku berusaha.

Hingga akhirnya sekarang ini aku terombang-ambing dalam perasaannku sendiri. 
Ingin menyalahkan tapi menyalahkan siapa? Aku kadang merasa marah; kenapa dari awal aku tidak tahu hubunganmu dengan dia, kenapa itu semua ditutup tutupi sehingga aku membiarkan perasaanku berkembang??
Dan sekarang aku selalu berusaha mencari tahu, apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dengan dia. 
Aku mendapat cacian dan sindiran dari dia,, aku terima. KArena aku ingin mendapat kejelasan cerita. Sehingga aku mampu menerima dengan ikhlas. Aku marah ketika  dibilang ingin merebut pacar orang. Aku bukan ingin merebut,ku hanya ingin mendapat kejelasan saja. Aku merasa sakit ketika seolah menjadi orang yang disingkirkan.
SEMOGA INI HANYA PERASAANKU SAJA

Aku hanya ingin kita bisa bersama seperti dulu, seperti teman biasa. Aku tidak ingin merebutmu darinya. Aku hanya ingin kamu kembali seperti dulu lagi, karena aku merasa sekarang kamu berbeda. 
Aku ingin kamu bahagia dengan siapapun itu kamu bersama, tapi bahagia dengan tetap menjadi dirimu sendiri. 
Aku hanya ingin berteman denganmu,, dan mencintaimu dengan caraku sendiri. Dengan cara yang tidak kau sadari, dengan cara yang tak menganggu dan tak terlihat olehmu.

#paragraf-paragraf ini masih penuh emosi... semoga tidak menjadi tambah salah paham#

Apakah mungkin suatu saat kita bisa pergi nonton pameran atau festival bersama lagi. 
Ataukah aku masih boleh memesan sketsa dan karikatur lagi?
Ada banyak pertanyaan lain yang tak terjawab, karena setiap pertanyaan yang ku ajukan tak pernah mandapat jawaban pasti.

Hehehe.. kamu tuh sangat dingin,, sedikit bicara, tak pernah menjelaskan apa-apa,jadinya aku semakin gemes untuk tahu ada apa sebenarnya.

AKU MASIH INGIN MENJADI SAHABATMU.

Masih ada banyak hal ingin kutulis,, nanti setelah perasaan ini tertata....


Rabu, 19 Juni 2013

Perkenalan Yang Tertunda


Sepertinya ada yang lupa ya. Ternyata aku belum memperkenalkan diri di blog tulisanku sendiri.. Hahhahaha.. maaf kan atas kekhilafan saya. Karena pada awalnya saya menganggap ini diary saya sendiri, jadi lupa untuk memperkenalkan diri.

Nama saya Budi Sulistyo, anak Jogja asli yang lahir di Bantul secara de facto, walaupun secara de Jure, di akte kelahiran saya tertulis di Sleman. 1984 yang lalu saya lahir, tanggal dan bulan biarlah hanya saya yang tahu J . Yang pasti, saya merasa istimewa karena kelahiran saya adalah hadiah ulang tahun juga untuk Bapak. Ya.. saya dan Bapak punya tanggal dan bulan kelahiran yang sama. Jadi saya selalu ulangtahun bareng bapak saya.

Dari kecil sampai besar saya hidup di Sleman, kabupaten di kaki gunung merapi, sekitar 22 km jauhnya dari puncak merapi. Menamatkan pendidikan TK sampai universitas juga di Jogja saja. I Love Jogja pokoknya. Pendidikan terakhir saya adalah Sarjana Psikologi, dengan minat saja di bidang Psikologi Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan.

Aktivitas saya saat ini adalah sebagai staf di sebuah Lembaga Psikologi Pendidikan dan konsultan Pendidikan yang baru saja dirintis oleh rekan saya. Berkegiatan di bidang pendidikan memang ternyata sudah pekerjaan yang saya lakukan sejak awal kuliah dulu.


Hobi saya dulunya adalah berkebun, tapi semenjak kuliah dan mulai sibuk di luar saya jarang berkebun, disamping tanah juga sudah berkurang karena di bangun rumah. Hobi saya yang lain adalah travelling, saat ini hanya wilayah sekitar Jogja-Klaten-Purworejo-magelang saja yang mamapu saya jelajahi. Tapi ke depan, saya punya cita-cita untuk berkeliling Indonesia. Banyak sekali kawasan eksotis di Indonesia yang ingin saya jelajahi.

Ya… sekali lagi I LOVE INDONESIA…

Salam kenal dari saya.
Boed


mBolang : Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan Magelang

2 Januari 2011

Ini salah satu perjalanan ku dan kawan-kawan, Pos Pengamatan gunung Merapi yang berada di Babadan. Magelang. Ya, 3 bulan setelah erupsi besar merapi bulan Oktober-November 2010. Aku dan kawan2 ku akhirnya memutuskan untuk jalan2 melihat bagaimana keadaan di daerah Magelang.  Tiga bulan setelah erupsi situasi sebenarnya masih belum kondusif, sarana dan prasarana masih banyak yang rusak.

Perjalanan ketika melintasi jl. magelang di kaawasan kaliputih pun agak terhambat, karena limpasan material banjir lahar hujan yang menutupi permukaan jalan belum selesai di bersihkan. Apalagi ketika sudah memasuki jalur ke arah Talun, jalan sempit dan aspal yang rusak berat membuat perjalanan ini menjadi tidak bisa cepat.

Kami berangkat bertiga, cuaca cukup dingin karena hujan masih sering mengguyur. Jalan yang rusak dan menanjak dan disamping itu kami juga tidak tahu arah menuju Babadan sebenarnya. Jadi kami hanya mengandalkan petunjuk yang kami dapat melalui internet, rambu-rambu petunjut arah yang ada, dan beberaoa kali bertanya pada orang setempat yang kami temui. Jalan banyak yang menanjak, tapi akhirnya sampai juga walaupun dengan kekuatan Honda Karisma tahun 2004 yang setia menemani penjelajahanku ini.

Agak lupa lama perjalanan yang kami tempuh untuk menuju ke pos Babadan ini. Tapi akhirnya kami sampai juga di pos pengamatan yang berada pada ketinggian 1278 mdpl ini. Masih setengah dari ketinggian merapi yang mencapai sekitar 2900an mdpl.




Perjalanan yang cukup berat itu akhirnya terpuaskan, karena bisa menemukan target tujuan perjalanan ini. Walaupun sedikit kecewa juga karena ketika sampai di lokasi ternyata puncak Merapi sedang tertutup mendung. Tapi wajar juga sih, karena waktu itu masih musih hujan.
Berikut ini foto-foto di kawasan Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan.
1. Foto Pos Babadan

2. Saya dan Kawan-kawan




Maaf kalau kualitas gambar kurang bagus, karena pakai hape jadul...


Salam
Boed@062013


Senin, 17 Juni 2013

I am Back ,,,,,

Gak terasa udah 4 bulan lebih ya gak update blog ini, ada aja hambatan atau halangannya pas mau nulis. Pas ada kesempatan dan waktu buat nulis, mood buat nulis nya yang gak ada. Pas dapet mood buat nulis, ide nya yang gak muncul-muncul. Pas ada ide banyak buat nulis, situasinya enggak pas. Sering kali lagi di kamar mandi, lagi naik motor, lagi meeting tiba-tiba muncul ide untuk dituliskan. Tapi momennya gak pas jadinya apa yang muncul enggak sempat tertuliskan.

Sebenarnya itu alasan aja sih, tapi entah kenapa memang susah sekali kalo harus rutin menuliskan ide dan cerita apapun di blog. Ya pengennya minimal sebulan sekali lah, biar ada update teru tiap bulan. Standar menurutku sih seminggu sekali update tulisan. Tapi ya itu apa daya tangan tak sampai. Sering males nya hehehe...

 
Kayaknya perlu belajar lagi bagaimana menulis, bagaimana menuangkan ide yang muncul ke dalam tulisan. Mungkin dipengaruhi juga oleh aku orangnya yang terlalu perfeksionis kali ya.
Pengennya kalo nulis itu ya sesuai dengan keinginan. Padahal mungkin kita bisa aja nulis segala macam apa yang terpikirkan, tanpa memikirkan isinya dulu.
Ya, sebagai sarana belajar untuk menulis yang lebih berbobot lagi.

Jadi, selama 4 bulan kemarin apa aja yang aku kerjakan ? Ya, saat ini aku dan teman-teman lagi ngerjain proyek bikin sekolah baru, Playgroup & TK. Sebenarnya pekerjaan yang harus dilakukan tidak begitu banyak, tetapi memeras otak dan pikiran, sehingga ketika ada waktu kosong keinginan yang muncul adalah refreshing.. jalan-jalan. Kalo untuk nulis lagi rasanya capek banget. Maka itu jadinya selama 4 bulan ini enggak nulis.

Mungkin di kesempatan berikutnya aku akan berbagi perjalanan yang kulakukan selama ini, karena emang pada dasarnya aku seneng untuk jalan-jalan. Ya selama ini baru seputar Jogja saja, karena disini aja masih banyak tempat-tem,pat eksotis yang belum pernah aku kunjungi. Disamping memang dana untuk keliling di luar jogja belum ada hehehehe.

ehm,, apa lagi ya yang bisa di tuliskan,,,ini dulu saja deh, kalau kebanyakan nanti males buat baca nya lagi. Kapan-kapan bisa dilanjut lagi ya...

@Boed062013